Purple-licious
Bonjour!


Hello everyone. Welcome To my blog ;)


Navigations

Follow me? Stories The Owner


Time Machine


Credit

Edited by Elfrida
Zebra Astrea
Sabtu, 26 Mei 2012
Apa yang harus dilakukan setelah kendaraan melewati banjir dan mesin mati?Mesin mati setelah melalui jalan banjir bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
1.      Bahan bakar bercampur air (khusus tipe karburator). Bila bahan bakar tercampur air mengakibatkan bahan bakar sulit terbakar.
2.      Terdapat embun pada penghantar arus listrik sistem pengapian sehingga terjadi konslet. Akibatnya percikan api busi kecil atau tidak ada sama sekali.
3.      Air masuk ke dalam mesin melalui saringan udara, sehingga mesin menghisap dan mengkompresikan air. Akibatnya tidak terjadi pembakaran.
Setelah kendaraan melewati banjir, langkah-langkah bisa dilakukan antara lain:
1.      Matikan mesin dan jangan berusaha untuk menghidupkan mesin, karena bisa mengakibatkan water hammer.
2.      Pindahkan kendaraan dengan mendorong kendaraan ke tempat yang terbebas dari genangan air.
3.      Periksalah saringan udara bila saringan basah. Lepaskan semua busi, kemudian start mesin hingga tidak terjadi semburan air dari lubang busi lagi.
4.      Periksa terminal kabel busi dan tutup distributor, bila terdapat air keringkan dengan tissue.
5.      Pasanglah busi, kabel busi, tutup distributor dan saluran udara. Untuk sementara jangan pasang saringan udara.
6.      Hidupkan lagi dan pastikan mesin hidup dengan normal. Jika putaran stationer mesin tidak normal, atur putaran mesin dengan yang lebih tinggi.
Pertanyaan dasar buat pemilik baru Espass (yang tidak tahu mesin)
1. Apakah Espass tahan banjir ?
espas tahan banjir? tidak jika kondisi banjirnya lewat setengah ban, karena posisi delco distributor (jantung pengapian mesin mobil ini) berada hanya kira2 setinggi lutut kita, jika lubang hisap yang ada di delco ini kemasukan air, it can not be helped… kecuali..
- pasang antimo di lubang delco tersebut, minta ke bengkel resmi daihatsu dan itu gratis.
- pasang mudguard terutama di roda depan sebelah kiri untuk menghalangi air menerjang langsung ke delco…
- pasang skid plate di bawah delco… kalo belum terpasang… silakan browsing di zec.invisionplus.net untuk info lebih lanjut masalah ini…
2. Apa saja yang hal perlu diperhatikan pada Espass Second, untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan ?
- Cek ke pemilik lama kapan terakhir ganti timing belt, ini komponen yang fatal jika putus saat mesin hidup, karena timing belt menggerakkan cam shaft yang mengatur klep hisap dan buang mesin, jika klep tidak tertutup saat mesin berputar… piston bisa mentok dan rusak… ini harus turun mesin…
- Radiator, pemilik espass selalu mengeluhkan mesin yang overheat, selalu rajin periksa ketinggian air di expansion tank radiator dan air di radiator, ganti tutup radiator jika sudah tidak menutup sempurna (pegas tutup radiator dan karet2nya sudah rusak) juga cek sambungan “T” dari selang kecil sebelah kanan atas radiator (bukan yang besar) biasanya sambungan itu tersumbat, ganti baru saja murah kok, lebih afdol lagi jika servis radiator, kerak2 di radiator akan dibersihkan dengan cara dibongkar dan dipatri kembali seperti semula.
- plat kopling dan dekrup (bengkel menyebut kampas kopling dan matahari), jika injakan pedal kopling sudah terlalu tinggi dan tidak bisa disetel lagi, kemungkinan sudah harus diganti, coba rasakan saat oper gigi apakah mesin masih responsif terhadap sentakan pedal kopling atau tidak.
- kampas rem, untuk rem depan bisa dilihat dari celah yang ada di kepala babi discbrake, jika garis penanda di kampas rem depan sudah menipis, sebaiknya ganti saja, untuk rem belakang musti bongkar tromol dan lihat ketebalan kampasnya, jika sudah termakan salah satu sisi (tidak sama ketebalannya) ganti baru saja, ini sekalian sama periksa ketinggian minyak rem di tangki master rem di dashboard sebelah kanan, buka pintu depan kanan untuk melihatnya, should be between min and max don’t get too low.
- gearbox dan gardan, ganti oli saja biar yakin, sekalian dilihat apa ada oli yang bocor di daerah gearbox dan gardan, juga cek kondisi cross joint yang menghubungkan gearbox dan diff gear roda belakang, kalo waktu mundur dengan cepat kita dengar bunyi mendengung dan ‘dugh’ dari roda, bisa jadi cross joint minta jajan.
Yang itu buat safety yang umum2 saja… kalo mau lebih detail untuk performa…
- Cek nilai tahanan kabel busi ke4nya setidaknya mempunyai nilai tahanan yang sama, juga periksa kondisi tutup delco, ada arang di tengah2 tutup yang menggunakan pegas, kalo sudah aus sebaiknya beli baru, platina (kalo pake platina) cek keausan contact point nya.
- Tes api hasil percikan di busi, lepas semua busi dari mesin, dan pasang di kabel busi dengan posisi kepala busi menempel ke besi body mesin, start mesin sambil memperhatikan percikan api, kalo biru terang koil nya masih bagus, kalo biru kemerahan it’s ok… kalo merah banget… bye2 koil… (Ati2 ya bro pada saat melakukan eksperimen ini)
- Dinamo amper,bongkar dan perhatikan cool brush (sikat arang) yang sudah dilepas, kalo sudah aus terlalu banyak, sebaiknya diganti saja karena dinamo amper andilnya sangat besar untuk mengisi aki no matter how good the battery is… kalo dinamo amper ga ngisi ya bye2 tuh aki…
- Spooring and balancing, jika roda kemudi terasa tidak pada posisi lurus saat mobil bergerak lurus coba spooring dulu, kalo udah pake velg racing dan masih terasa bergetar di kecepatan tinggi, coba balance roda2nya, di deket alexindo bekasi spooring dan balancing komplit sekitar 200rban. Velg kaleng? jangan dipake ngebut di atas 100kpj… dangerous.. saya udah pernah 140 kpj pake velg kaleng…. gemetar hebat… setelah pake velg racing… biar speedo udah mentok, saya masih injak terus pedal gasnya…
- Kalo hobi nge-’grip’ di tikungan dengan kecepatan tinggi, saran saya pasang saja stabilizer minimal di roda belakang…
- Suspensi, shock absorber depan bisa diisi ulang (memangnya aqua…hehe istilahnya sih disuntik) dan pake per keong, yang belakang pakai cartridge dan per daun, kalo yang ini musti kerja sama dengan bengkel kaki2, karena kerjaannya berat kalo dikerjain sendiri.
- Dan yang paling penting, kembangan si karet bundar alias ban, kalo udah 2mm dari TWI (tire wear indicator) sebaiknya di beliin yang lebih tebal.

Mas Yanto, kebetulan saya ikut milis Zebra Espass Club.. dan dari obrolan sih yang saya tangkep dan saya rasa sendiri dari sisi suspensi Espass lebih keras dari futura atau ss, tapi dari sisi mengemudi lebih nyaman (mirip sedan) dan plus2 lainnya: Interior lapang, tampilan espass lebih bagus (tidak angkot banget), sparepart dan perawatan murah dan mudah, pintu sliding door (cool..hehehe) tidak memakan tempat. dan terakhir.. harga lumayan murah
Tapi semua berpaling kepada selera dan kebutuhan sih..
point plus dari carry adalah kehandalan mesin plus irit, kaki2 kuat...makanya untuk kelas niaga termasuk favorit....sayangnya desainnya lbh terlihat konservatif,hehehehe......beda dengan zebra/espass yg terlihat lbh modern..plus sliding door di kiri kanan, bagasi membuka keatas....sangat memudahkan akses ke kabin... :off_good_job: 


nah khusus zebra/espas....krn posisi silinder mesinnya hampir mendatar....maka posisi busi lbh dekat ke tanah...sehingga sat melibas banjir potensi air merembes ke konektor busi cukup besar....beberapa user ada yg menambahkan sejenis sealent di seputar kabel2 busi supaya lbh kedap air...

sedangkan problem overheat di zebra/espass suspect utamanya krn radiator yg type 1 ply.....untuk solusinya, banyak user yang mengganti radiatornya dng yg jenis 2 ply....menurut mereka hasilnya mesin jadi lbh adem ayem...bebas overheat..




sebaik-baik suspensi espass adalah standar pabrikannya... kalo mau enak, cek dulu di kaki belakang, masih pakai berapa lembar per daun di masing2 kaki? kalo mau sedikit empuk, gunakan 3 lembar saja... daun yang paling atas adalah main supportnya, lembar kedua lebih pendek dan yang ketiga biasanya udah jadi satu sama bracketnya...


semua per daun di roll ulang di tukang per... kalo ga salah ongkosnya 150rban kanan dan kiri belum termasuk ganti karet2 bushing...

ganti cartridge shock belakang... aku pakai orisinil daihatsu saja, lebih murah dan terjamin, dulu kena 180rb sepasang. mau manteb lagi? pasang stabilizer... harganya ga tahu berapa sekarang... mungkin ga nyampe 300rb.

kalau masih terasa limbung di 100kpj, coba cek per depan... hajar polisi tidur tertinggi yang pernah kamu lihat... jangan kenceng2 cukup 10kpj saja... rasakan ayunan hidungnya, berapa kali? kalo lebih dari 2 kali, berarti kamu perlu ganti per spiral dan isi ulang oli shocknya... jangan lupa ganti seal karetnya... yang abal2 cuma 50rban sepasang tapi cuma awet 2 minggu, yang ori harganya sampai 200rban sebiji tapi bisa dipake sampe mobilnya jebol...

setelah ganti hardware kaki2 depan, jangan lupa spooring lagi... kalau udah pake velg racing, balancing nya udah pernah dilakukan apa belom? ga disarankan nginjak pedal gas sampe mentok kalo velgnya masih kaleng... resiko ditanggung sendiri ...kekekek...


Yang 2004 keatas udah laen ndan, cuma keluar 1300 dan 1500 Karbu CDI 16 valve. Tapi sdh banyak penyempurnaan di piston, jd klep ngga bakal ancur kalo timming beltnya putus. Posisi delco jg udah lbh tahan banjir. Bahan pegas roda jg sdikit lbh lentur, mskp blm senyaman sedan.


Soal bensin, biasa ajah tuh ... piaraan ane bisa 1:13.5 kalo luar kota + AC

Tapi kalo lari 150kpj ..... hhhhiiiiii ngga berani ah


alau beli untuk kaki, mobil ini masih rekomended gan.

Gue juga masih pelihara di rumah. Yang 1300 taon 1993

yang paling nonjol dari mobil ini adalah perawatannya murah betul. Pokoknya bikin ketawa aja. 

filter bensin 40rb (ori), timing belt 300rb, puli 20rb, tensioner 45rb, kampas kopling 275rb, fanbelt 15-20rban rata2. wkwkwkwkwk. Service besar ganti timing belt, puli, tensioner, kampas kopling, kampas rem, minyak2 plus ongkos gak habis 1.5 jt. Coba mobil laen, 3 jt masuk dah.


Overheat dan banjir memang masalah utama espass.


Overheat, ganti radiator pake yang punya zebra 1.3. 700rb ori new. Overheat sudah teratasi. Radiator espass cuman 1 baris kisi2, klo zebra 2 baris, jadi lebih maknyusss.

Banjir, Rumah platina (delco) kasih sealent yang nutup semua gap antara rumah delco dengan mesin. Termasuk sambungan kabel2 yang dari karet.
Pasang tameng anti banjir. Dulu daihatsu jual nih tameng. 
Atau kalau ada duit, belikan cdi punya espass yang baru, sekitar 900rb (jangan beli yang aftermarket alias gak ori, percuma). Beres dah.




kalo soal distributor bermasalah itu bukan cuma Zebra th
> 96 (1300), tapi bisa di semua jenis kendaraan, jenis dan merk apapun.
> Semua tergantung perawatan pemiliknya, termasuk cara menggunakan kendaraan
> itu, spare partnya orisinil nggak, juga usia kendaraan dan s'partnya.
> Espass saya malah lebih tua setahun 1300cc, alhamdulillah sampai sekarang
> lancar2 aja sering untuk jalan Bandung-Jogja PP. Pernah suatu saat mogok
> pas di dalam kota, tapi itu cuma karena ada kabel yang lepas (karena
> faktor usia), selebihnya ok-ok aja.
> Banyak s'part mobil (terutama untuk mesin) ada lifetimenya, misal sekian
> ribu km harus diganti. Tapi masalahnya kebanyakan pemilik mobil di
> Indonesia, nggak mengganti s'part itu walaupun udah lewat lifetimenya.
> Diganti baru kalo ada masalah. Persoalannya adalah, kadang masalah di satu
> bagian, bisa merembet ke bagian lain di mobil, sehingga memperpendek usia
> pakai s'part lain di mobil itu.
> Kekurangan espass untuk generasi lama: Biasanya mobil ini masih pake
> radiator yang 1-ply. Karena lubang2 di radiator sedikit, biasanya cepat
> kotor dan timbul kerak. Nah kalo lubang di radiator udah banyak tertutup
> kerak, sirkulasi air nggak lancar dan mesin cepat panas. Solusinya, sering
> kuras radiator dan servis radiator, sekitar 6 bulan sekali (di bangkel
> biasa tarif jasanya sekitar 50-100rb). Untuk zebra yang baru (>th 2000)
> udah pake radiator 2-ply, jadi lebih aman dari resiko overheating. Tapi
> kalo lama nggak di-servis ya bisa tertutup kerak juga, cuma untuk radiator
> jenis ini, siklus servisnya bisa lebih lama. Kekurangan lain, setir cukup
> berat kalo dibandingkan Suzuki Carry.
> Kelebihan espass/zebra: Tenaga cukup mantap, walaupun pake silinder 1300cc
> tapi punya 16 katup (Suzuki Carry, bahkan APV lama masih pake 12 valve).
> Posisi mengemudi nyaman, terutama kalo dipakai jarak jauh. Bensin irit,
> pengalaman pribadi dengan espass 1300, untuk jalan luar kota dengan medan
> yang lumayan berat (seperti jalur Tasik-Bandung), bisa 13 km/ liter. Untuk
> jalan tol, sekitar 14 km/liter (kecepatan rata-rata 70km/jam) sedangkan
> untuk dalam kota, dalam kondisi ramai lancar, masih bisa 11 km/liter.

Saya punya Espass 1600 cc th '97 tetapi saya membelinya th '03 dari tangan pertama, Tahun pertama saya pakai antar jemput anak sekolah, baik2 saja, tahun kedua yakni '05 mulai ada kendala, yg saya ingat, saya baru jalan 100 m tiba2 mesin mati, saya cek ternyata pompa bensin tidak jalan, saya beli baru original wkt itu 500 rb.



singkat kata th ke 3 saya pakai, itulah tingkat kerewellannya luar biasa dari mesin tidak bisa di stater kalau pagi, karena dynamo stater rusak, karena dynamo amper rusak, carburator kotor dll.

Tahun 2007 saya pakai ke Tretes , lucunya waktu nanjak sama sekali tidak masalah, saya ingat 
waktu itu saya bawa innova, sopir saya bawa espass tsb. untuk bawa barang dan anak buah saya.
Diluar dugaan dalam perjalanan antara tretes trawas yg tanjakannya sangat tajam, Innova saya harus saya kendalikan dengan susah payah agar kuat menanjak (penumpang memang penuh), tetapi sopir saya yg berada dibelakang saya karena takut menabrak saya dan tidak kuat menanjak justru menyalip saya, tetapi tiba dijalanan menurun setelah melewati Pacet, saya bisa memacu Innova saya hampir 120 km/jam, tetapi sopir saya tidak kelihatan , setelah saya telp ternyata mogok.

Setelah diperiksa di Sby penyebabnya ternyata sepele, karena tangki bensin benjol kena batu, itu menyebabkan pompa bensin tidak bisa bekerja maksimal dalam kecepatan tinggi.

Dan kaki2 pasti ada yg rusak jika dibawa DPS-SBY. ( Warm Steer, long terot, balljoint, lager bergantian rusak )

Tetapi setelah saya ganti baru semua dengan sparepart original dan dengan penanganan yg baik sampai sekarang tetap saya pakai, dan sekarang justru jarang rusak, walau kena banjir sekalipun asal tidak terlalu dalam. Tidak saya jual karena sayang toh hampir tidak ada harganya.

Kesimpulannya : kelemahan kaki2 gampang rusak, apalagi kalau diganti dengan sp imitasi.
Radiator cepat panas, tetapi setelah dipasang tambahan extravan tdk lagi.
Saya memakai tiga van, satu asli bawaan mobil, satu lagi didepan radiator dengan 
extra van jenis elektrik dan satu lagi didepan kondensor AC yg sengaja saya letakkan jauh didepan ( jauh dari radiator) agar tidak mengganggu pendinginan radiator.

Pompa bensin sebenarnya cukup kuat, kelemahannya justru pada relaynya yg terletak dibawah dasbord sebelah kanan dekat stir (ini saya ketahui sendiri, karena dealer tdk bisa menemukan kesalahan ini, saya hrs mengganti pompa bensin terus ).

Radiator sebenarnya tdk masalah,yg bermasalah justru slang2nya.
AC juga cukup kuat asal rutin diservice.

Kaki2 memang lemah tetapi asal anda waspada tidak sering menerjang lubang , lumayan kuat koq.

Carburator juga jadi titik lemah, tiap satu bulan atau 10000 km semprot dengan Carb cleaner, dan ganti filter bensin tiap 10000 km, bersihkan filter udara setiap 5000 km.

Stir berat karena tdk power steering.
Mesin tidak boros. 1 lt/10 km pakai AC dalam kota.
Tarikan cukup baik.
Suspensi seperti badak, keras sekali, layaknya gak pakai per+schokbreaker.




Tambahan sedikit Distibutor sudah saya ganti baru dengan system CDI, letak tetap (yg baru pun tetap, bukan lebih tinggi !!, hanya konstruksi diperbaiki seperti system CDI dan seal2nya yang lebih rapat sehingga air tidak masuk





ESPASS NEWS
Melihat pasar minibus yang cukup menjanjikan di tanah air, ATPM Daihatsu tak mau kalah untuk ikut berjualan minibus kompak. Daihatsu Hijet 1000 dan Zebra yang selama ini sudah kondang sebagai transportasi murah meriah, tergantikan dengan Espass. 


New model yang rounded dan dilengkapi pintu geser menjadi opsi tersendiri saat pertama kali launch. “Banyak yang merasa model ini agak aneh untuk diadopsi sebagai minibus,” tutur Herman yang juga berjualan minibus bekas di Depok. Namun Daihatsu optimis bisa menembus pasar minibus kompak dengan desain anyarnya ini. Makanya sejak kemunculannya di 1995 bisa mencuri perhatian orang. Hingga varian yang terakhir, sudah dilengkapi pasokan bahan bakar injeksi. 

Bagi yang perlu minibus kompak dengan muatan hingga 7 orang dewasa atau barang dengan jumlah volume cukup besar, Espass bisa menjadi alternatif menarik bila Carry dan Kijang Super dirasa old fashioned. Dengan dana Rp 30-40 jutaan sudah bisa bawa pulang Espass keluaran 1996 hingga 2001. Espass terlahir dengan 2 macam mesin, 1.300 cc untuk yang super ekonomis dan versi 1.600 cc yang ogah ditinggal mobil lain saat di jalan tol. “Kalau yang 1.600 cc termasuk boros bahan bakar apalagi kalau beban angkut cukup banyak,” tutur Fachri yang punya armada antar jemput anak sekolah dengan Espass. 

Makanya, secara tidak langsung, segmen pemakainya bisa terbagi. Mesin 1.600 cc lazim dipakai untuk harian sebagai transportasi pribadi (keluarga) sementara varian mesin 1.300 cc kerap digunakan untuk niaga (angkutan). Memang tidak pernah ada patokan pasti, tetapi Espass masih dianggap handal. Kelebihan lain yang ditawarkan adalah posisi duduk driver serasa mengendarai mobkas sedan, karena desain bonnet depan yang memang lebih maju (monyong). “Tidak capek dan punggung tidak pegal saat berjalan jauh,” jelas Fachri lagi.


1 Comment(s)
Ikuti @DrsBimo body { background:#aba; margin:0; padding:20px 10px; text-align:center; font:x-small/1.5em "Trebuchet MS",Verdana,Arial,Sans-serif; color:#333; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; } /* Page Structure ----------------------------------------------- */ /* The images which help create rounded corners depend on the following widths and measurements. If you want to change these measurements, the images will also need to change. */ @media all { #content { width:740px; margin:0 auto; text-align:left; } #main { width:485px; float:left; background:#fff url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_main_bot.gif") no-repeat left bottom; margin:15px 0 0; padding:0 0 10px; color:#000; font-size:97%; line-height:1.5em; } #main2 { float:left; width:100%; background:url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_main_top.gif") no-repeat left top; padding:10px 0 0; } #main3 { background:url("http://www.blogblog.com/rounders/rails_main.gif") repeat-y; padding:0; } #sidebar { width:240px; float:right; margin:15px 0 0; font-size:97%; line-height:1.5em; } } @media handheld { #content { width:90%; } #main { width:100%; float:none; background:#fff; } #main2 { float:none; background:none; } #main3 { background:none; padding:0; } #sidebar { width:100%; float:none; } } /* Links ----------------------------------------------- */ a:link { color:#258; } a:visited { color:#666; } a:hover { color:#c63; } a img { border-width:0; } /* Blog Header ----------------------------------------------- */ @media all { #header { background:#456 url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_cap_top.gif") no-repeat left top; margin:0 0 0; padding:8px 0 0; color:#fff; } #header div { background:url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_cap_bot.gif") no-repeat left bottom; padding:0 15px 8px; } } @media handheld { #header { background:#456; } #header div { background:none; } } #blog-title { margin:0; padding:10px 30px 5px; font-size:200%; line-height:1.2em; } #blog-title a { text-decoration:none; color:#fff; } #description { margin:0; padding:5px 30px 10px; font-size:94%; line-height:1.5em; } /* Posts ----------------------------------------------- */ .date-header { margin:0 28px 0 43px; font-size:85%; line-height:2em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; color:#357; } .post { margin:.3em 0 25px; padding:0 13px; border:1px dotted #bbb; border-width:1px 0; } .post-title { margin:0; font-size:135%; line-height:1.5em; background:url("http://www.blogblog.com/rounders/icon_arrow.gif") no-repeat 10px .5em; display:block; border:1px dotted #bbb; border-width:0 1px 1px; padding:2px 14px 2px 29px; color:#333; } a.title-link, .post-title strong { text-decoration:none; display:block; } a.title-link:hover { background-color:#ded; color:#000; } .post-body { border:1px dotted #bbb; border-width:0 1px 1px; border-bottom-color:#fff; padding:10px 14px 1px 29px; } html>body .post-body { border-bottom-width:0; } .post p { margin:0 0 .75em; } p.post-footer { background:#ded; margin:0; padding:2px 14px 2px 29px; border:1px dotted #bbb; border-width:1px; border-bottom:1px solid #eee; font-size:100%; line-height:1.5em; color:#666; text-align:right; } html>body p.post-footer { border-bottom-color:transparent; } p.post-footer em { display:block; float:left; text-align:left; font-style:normal; } a.comment-link { /* IE5.0/Win doesn't apply padding to inline elements, so we hide these two declarations from it */ background/* */:/**/url("http://www.blogblog.com/rounders/icon_comment.gif") no-repeat 0 45%; padding-left:14px; } html>body a.comment-link { /* Respecified, for IE5/Mac's benefit */ background:url("http://www.blogblog.com/rounders/icon_comment.gif") no-repeat 0 45%; padding-left:14px; } .post img { margin:0 0 5px 0; padding:4px; border:1px solid #ccc; } blockquote { margin:.75em 0; border:1px dotted #ccc; border-width:1px 0; padding:5px 15px; color:#666; } .post blockquote p { margin:.5em 0; } /* Comments ----------------------------------------------- */ #comments { margin:-25px 13px 0; border:1px dotted #ccc; border-width:0 1px 1px; padding:20px 0 15px 0; } #comments h4 { margin:0 0 10px; padding:0 14px 2px 29px; border-bottom:1px dotted #ccc; font-size:120%; line-height:1.4em; color:#333; } #comments-block { margin:0 15px 0 9px; } .comment-data { background:url("http://www.blogblog.com/rounders/icon_comment.gif") no-repeat 2px .3em; margin:.5em 0; padding:0 0 0 20px; color:#666; } .comment-poster { font-weight:bold; } .comment-body { margin:0 0 1.25em; padding:0 0 0 20px; } .comment-body p { margin:0 0 .5em; } .comment-timestamp { margin:0 0 .5em; padding:0 0 .75em 20px; color:#666; } .comment-timestamp a:link { color:#666; } .deleted-comment { font-style:italic; color:gray; } .paging-control-container { float: right; margin: 0px 6px 0px 0px; font-size: 80%; } .unneeded-paging-control { visibility: hidden; } /* Profile ----------------------------------------------- */ @media all { #profile-container { background:#cdc url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_prof_bot.gif") no-repeat left bottom; margin:0 0 15px; padding:0 0 10px; color:#345; } #profile-container h2 { background:url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_prof_top.gif") no-repeat left top; padding:10px 15px .2em; margin:0; border-width:0; font-size:115%; line-height:1.5em; color:#234; } } @media handheld { #profile-container { background:#cdc; } #profile-container h2 { background:none; } } .profile-datablock { margin:0 15px .5em; border-top:1px dotted #aba; padding-top:8px; } .profile-img {display:inline;} .profile-img img { float:left; margin:0 10px 5px 0; border:4px solid #fff; } .profile-data strong { display:block; } #profile-container p { margin:0 15px .5em; } #profile-container .profile-textblock { clear:left; } #profile-container a { color:#258; } .profile-link a { background:url("http://www.blogblog.com/rounders/icon_profile.gif") no-repeat 0 .1em; padding-left:15px; font-weight:bold; } ul.profile-datablock { list-style-type:none; } /* Sidebar Boxes ----------------------------------------------- */ @media all { .box { background:#fff url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_side_top.gif") no-repeat left top; margin:0 0 15px; padding:10px 0 0; color:#666; } .box2 { background:url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_side_bot.gif") no-repeat left bottom; padding:0 13px 8px; } } @media handheld { .box { background:#fff; } .box2 { background:none; } } .sidebar-title { margin:0; padding:0 0 .2em; border-bottom:1px dotted #9b9; font-size:115%; line-height:1.5em; color:#333; } .box ul { margin:.5em 0 1.25em; padding:0 0px; list-style:none; } .box ul li { background:url("http://www.blogblog.com/rounders/icon_arrow_sm.gif") no-repeat 2px .25em; margin:0; padding:0 0 3px 16px; margin-bottom:3px; border-bottom:1px dotted #eee; line-height:1.4em; } .box p { margin:0 0 .6em; } /* Footer ----------------------------------------------- */ #footer { clear:both; margin:0; padding:15px 0 0; } @media all { #footer div { background:#456 url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_cap_top.gif") no-repeat left top; padding:8px 0 0; color:#fff; } #footer div div { background:url("http://www.blogblog.com/rounders/corners_cap_bot.gif") no-repeat left bottom; padding:0 15px 8px; } } @media handheld { #footer div { background:#456; } #footer div div { background:none; } } #footer hr {display:none;} #footer p {margin:0;} #footer a {color:#fff;} /* Feeds ----------------------------------------------- */ #blogfeeds { } #postfeeds { padding:0 15px 0; }

Sabtu, 26 Mei 2012

Zebra Astrea

Apa yang harus dilakukan setelah kendaraan melewati banjir dan mesin mati?Mesin mati setelah melalui jalan banjir bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
1.      Bahan bakar bercampur air (khusus tipe karburator). Bila bahan bakar tercampur air mengakibatkan bahan bakar sulit terbakar.
2.      Terdapat embun pada penghantar arus listrik sistem pengapian sehingga terjadi konslet. Akibatnya percikan api busi kecil atau tidak ada sama sekali.
3.      Air masuk ke dalam mesin melalui saringan udara, sehingga mesin menghisap dan mengkompresikan air. Akibatnya tidak terjadi pembakaran.
Setelah kendaraan melewati banjir, langkah-langkah bisa dilakukan antara lain:
1.      Matikan mesin dan jangan berusaha untuk menghidupkan mesin, karena bisa mengakibatkan water hammer.
2.      Pindahkan kendaraan dengan mendorong kendaraan ke tempat yang terbebas dari genangan air.
3.      Periksalah saringan udara bila saringan basah. Lepaskan semua busi, kemudian start mesin hingga tidak terjadi semburan air dari lubang busi lagi.
4.      Periksa terminal kabel busi dan tutup distributor, bila terdapat air keringkan dengan tissue.
5.      Pasanglah busi, kabel busi, tutup distributor dan saluran udara. Untuk sementara jangan pasang saringan udara.
6.      Hidupkan lagi dan pastikan mesin hidup dengan normal. Jika putaran stationer mesin tidak normal, atur putaran mesin dengan yang lebih tinggi.
Pertanyaan dasar buat pemilik baru Espass (yang tidak tahu mesin)
1. Apakah Espass tahan banjir ?
espas tahan banjir? tidak jika kondisi banjirnya lewat setengah ban, karena posisi delco distributor (jantung pengapian mesin mobil ini) berada hanya kira2 setinggi lutut kita, jika lubang hisap yang ada di delco ini kemasukan air, it can not be helped… kecuali..
- pasang antimo di lubang delco tersebut, minta ke bengkel resmi daihatsu dan itu gratis.
- pasang mudguard terutama di roda depan sebelah kiri untuk menghalangi air menerjang langsung ke delco…
- pasang skid plate di bawah delco… kalo belum terpasang… silakan browsing di zec.invisionplus.net untuk info lebih lanjut masalah ini…
2. Apa saja yang hal perlu diperhatikan pada Espass Second, untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan ?
- Cek ke pemilik lama kapan terakhir ganti timing belt, ini komponen yang fatal jika putus saat mesin hidup, karena timing belt menggerakkan cam shaft yang mengatur klep hisap dan buang mesin, jika klep tidak tertutup saat mesin berputar… piston bisa mentok dan rusak… ini harus turun mesin…
- Radiator, pemilik espass selalu mengeluhkan mesin yang overheat, selalu rajin periksa ketinggian air di expansion tank radiator dan air di radiator, ganti tutup radiator jika sudah tidak menutup sempurna (pegas tutup radiator dan karet2nya sudah rusak) juga cek sambungan “T” dari selang kecil sebelah kanan atas radiator (bukan yang besar) biasanya sambungan itu tersumbat, ganti baru saja murah kok, lebih afdol lagi jika servis radiator, kerak2 di radiator akan dibersihkan dengan cara dibongkar dan dipatri kembali seperti semula.
- plat kopling dan dekrup (bengkel menyebut kampas kopling dan matahari), jika injakan pedal kopling sudah terlalu tinggi dan tidak bisa disetel lagi, kemungkinan sudah harus diganti, coba rasakan saat oper gigi apakah mesin masih responsif terhadap sentakan pedal kopling atau tidak.
- kampas rem, untuk rem depan bisa dilihat dari celah yang ada di kepala babi discbrake, jika garis penanda di kampas rem depan sudah menipis, sebaiknya ganti saja, untuk rem belakang musti bongkar tromol dan lihat ketebalan kampasnya, jika sudah termakan salah satu sisi (tidak sama ketebalannya) ganti baru saja, ini sekalian sama periksa ketinggian minyak rem di tangki master rem di dashboard sebelah kanan, buka pintu depan kanan untuk melihatnya, should be between min and max don’t get too low.
- gearbox dan gardan, ganti oli saja biar yakin, sekalian dilihat apa ada oli yang bocor di daerah gearbox dan gardan, juga cek kondisi cross joint yang menghubungkan gearbox dan diff gear roda belakang, kalo waktu mundur dengan cepat kita dengar bunyi mendengung dan ‘dugh’ dari roda, bisa jadi cross joint minta jajan.
Yang itu buat safety yang umum2 saja… kalo mau lebih detail untuk performa…
- Cek nilai tahanan kabel busi ke4nya setidaknya mempunyai nilai tahanan yang sama, juga periksa kondisi tutup delco, ada arang di tengah2 tutup yang menggunakan pegas, kalo sudah aus sebaiknya beli baru, platina (kalo pake platina) cek keausan contact point nya.
- Tes api hasil percikan di busi, lepas semua busi dari mesin, dan pasang di kabel busi dengan posisi kepala busi menempel ke besi body mesin, start mesin sambil memperhatikan percikan api, kalo biru terang koil nya masih bagus, kalo biru kemerahan it’s ok… kalo merah banget… bye2 koil… (Ati2 ya bro pada saat melakukan eksperimen ini)
- Dinamo amper,bongkar dan perhatikan cool brush (sikat arang) yang sudah dilepas, kalo sudah aus terlalu banyak, sebaiknya diganti saja karena dinamo amper andilnya sangat besar untuk mengisi aki no matter how good the battery is… kalo dinamo amper ga ngisi ya bye2 tuh aki…
- Spooring and balancing, jika roda kemudi terasa tidak pada posisi lurus saat mobil bergerak lurus coba spooring dulu, kalo udah pake velg racing dan masih terasa bergetar di kecepatan tinggi, coba balance roda2nya, di deket alexindo bekasi spooring dan balancing komplit sekitar 200rban. Velg kaleng? jangan dipake ngebut di atas 100kpj… dangerous.. saya udah pernah 140 kpj pake velg kaleng…. gemetar hebat… setelah pake velg racing… biar speedo udah mentok, saya masih injak terus pedal gasnya…
- Kalo hobi nge-’grip’ di tikungan dengan kecepatan tinggi, saran saya pasang saja stabilizer minimal di roda belakang…
- Suspensi, shock absorber depan bisa diisi ulang (memangnya aqua…hehe istilahnya sih disuntik) dan pake per keong, yang belakang pakai cartridge dan per daun, kalo yang ini musti kerja sama dengan bengkel kaki2, karena kerjaannya berat kalo dikerjain sendiri.
- Dan yang paling penting, kembangan si karet bundar alias ban, kalo udah 2mm dari TWI (tire wear indicator) sebaiknya di beliin yang lebih tebal.

Mas Yanto, kebetulan saya ikut milis Zebra Espass Club.. dan dari obrolan sih yang saya tangkep dan saya rasa sendiri dari sisi suspensi Espass lebih keras dari futura atau ss, tapi dari sisi mengemudi lebih nyaman (mirip sedan) dan plus2 lainnya: Interior lapang, tampilan espass lebih bagus (tidak angkot banget), sparepart dan perawatan murah dan mudah, pintu sliding door (cool..hehehe) tidak memakan tempat. dan terakhir.. harga lumayan murah
Tapi semua berpaling kepada selera dan kebutuhan sih..
point plus dari carry adalah kehandalan mesin plus irit, kaki2 kuat...makanya untuk kelas niaga termasuk favorit....sayangnya desainnya lbh terlihat konservatif,hehehehe......beda dengan zebra/espass yg terlihat lbh modern..plus sliding door di kiri kanan, bagasi membuka keatas....sangat memudahkan akses ke kabin... :off_good_job: 


nah khusus zebra/espas....krn posisi silinder mesinnya hampir mendatar....maka posisi busi lbh dekat ke tanah...sehingga sat melibas banjir potensi air merembes ke konektor busi cukup besar....beberapa user ada yg menambahkan sejenis sealent di seputar kabel2 busi supaya lbh kedap air...

sedangkan problem overheat di zebra/espass suspect utamanya krn radiator yg type 1 ply.....untuk solusinya, banyak user yang mengganti radiatornya dng yg jenis 2 ply....menurut mereka hasilnya mesin jadi lbh adem ayem...bebas overheat..




sebaik-baik suspensi espass adalah standar pabrikannya... kalo mau enak, cek dulu di kaki belakang, masih pakai berapa lembar per daun di masing2 kaki? kalo mau sedikit empuk, gunakan 3 lembar saja... daun yang paling atas adalah main supportnya, lembar kedua lebih pendek dan yang ketiga biasanya udah jadi satu sama bracketnya...


semua per daun di roll ulang di tukang per... kalo ga salah ongkosnya 150rban kanan dan kiri belum termasuk ganti karet2 bushing...

ganti cartridge shock belakang... aku pakai orisinil daihatsu saja, lebih murah dan terjamin, dulu kena 180rb sepasang. mau manteb lagi? pasang stabilizer... harganya ga tahu berapa sekarang... mungkin ga nyampe 300rb.

kalau masih terasa limbung di 100kpj, coba cek per depan... hajar polisi tidur tertinggi yang pernah kamu lihat... jangan kenceng2 cukup 10kpj saja... rasakan ayunan hidungnya, berapa kali? kalo lebih dari 2 kali, berarti kamu perlu ganti per spiral dan isi ulang oli shocknya... jangan lupa ganti seal karetnya... yang abal2 cuma 50rban sepasang tapi cuma awet 2 minggu, yang ori harganya sampai 200rban sebiji tapi bisa dipake sampe mobilnya jebol...

setelah ganti hardware kaki2 depan, jangan lupa spooring lagi... kalau udah pake velg racing, balancing nya udah pernah dilakukan apa belom? ga disarankan nginjak pedal gas sampe mentok kalo velgnya masih kaleng... resiko ditanggung sendiri ...kekekek...


Yang 2004 keatas udah laen ndan, cuma keluar 1300 dan 1500 Karbu CDI 16 valve. Tapi sdh banyak penyempurnaan di piston, jd klep ngga bakal ancur kalo timming beltnya putus. Posisi delco jg udah lbh tahan banjir. Bahan pegas roda jg sdikit lbh lentur, mskp blm senyaman sedan.


Soal bensin, biasa ajah tuh ... piaraan ane bisa 1:13.5 kalo luar kota + AC

Tapi kalo lari 150kpj ..... hhhhiiiiii ngga berani ah


alau beli untuk kaki, mobil ini masih rekomended gan.

Gue juga masih pelihara di rumah. Yang 1300 taon 1993

yang paling nonjol dari mobil ini adalah perawatannya murah betul. Pokoknya bikin ketawa aja. 

filter bensin 40rb (ori), timing belt 300rb, puli 20rb, tensioner 45rb, kampas kopling 275rb, fanbelt 15-20rban rata2. wkwkwkwkwk. Service besar ganti timing belt, puli, tensioner, kampas kopling, kampas rem, minyak2 plus ongkos gak habis 1.5 jt. Coba mobil laen, 3 jt masuk dah.


Overheat dan banjir memang masalah utama espass.


Overheat, ganti radiator pake yang punya zebra 1.3. 700rb ori new. Overheat sudah teratasi. Radiator espass cuman 1 baris kisi2, klo zebra 2 baris, jadi lebih maknyusss.

Banjir, Rumah platina (delco) kasih sealent yang nutup semua gap antara rumah delco dengan mesin. Termasuk sambungan kabel2 yang dari karet.
Pasang tameng anti banjir. Dulu daihatsu jual nih tameng. 
Atau kalau ada duit, belikan cdi punya espass yang baru, sekitar 900rb (jangan beli yang aftermarket alias gak ori, percuma). Beres dah.




kalo soal distributor bermasalah itu bukan cuma Zebra th
> 96 (1300), tapi bisa di semua jenis kendaraan, jenis dan merk apapun.
> Semua tergantung perawatan pemiliknya, termasuk cara menggunakan kendaraan
> itu, spare partnya orisinil nggak, juga usia kendaraan dan s'partnya.
> Espass saya malah lebih tua setahun 1300cc, alhamdulillah sampai sekarang
> lancar2 aja sering untuk jalan Bandung-Jogja PP. Pernah suatu saat mogok
> pas di dalam kota, tapi itu cuma karena ada kabel yang lepas (karena
> faktor usia), selebihnya ok-ok aja.
> Banyak s'part mobil (terutama untuk mesin) ada lifetimenya, misal sekian
> ribu km harus diganti. Tapi masalahnya kebanyakan pemilik mobil di
> Indonesia, nggak mengganti s'part itu walaupun udah lewat lifetimenya.
> Diganti baru kalo ada masalah. Persoalannya adalah, kadang masalah di satu
> bagian, bisa merembet ke bagian lain di mobil, sehingga memperpendek usia
> pakai s'part lain di mobil itu.
> Kekurangan espass untuk generasi lama: Biasanya mobil ini masih pake
> radiator yang 1-ply. Karena lubang2 di radiator sedikit, biasanya cepat
> kotor dan timbul kerak. Nah kalo lubang di radiator udah banyak tertutup
> kerak, sirkulasi air nggak lancar dan mesin cepat panas. Solusinya, sering
> kuras radiator dan servis radiator, sekitar 6 bulan sekali (di bangkel
> biasa tarif jasanya sekitar 50-100rb). Untuk zebra yang baru (>th 2000)
> udah pake radiator 2-ply, jadi lebih aman dari resiko overheating. Tapi
> kalo lama nggak di-servis ya bisa tertutup kerak juga, cuma untuk radiator
> jenis ini, siklus servisnya bisa lebih lama. Kekurangan lain, setir cukup
> berat kalo dibandingkan Suzuki Carry.
> Kelebihan espass/zebra: Tenaga cukup mantap, walaupun pake silinder 1300cc
> tapi punya 16 katup (Suzuki Carry, bahkan APV lama masih pake 12 valve).
> Posisi mengemudi nyaman, terutama kalo dipakai jarak jauh. Bensin irit,
> pengalaman pribadi dengan espass 1300, untuk jalan luar kota dengan medan
> yang lumayan berat (seperti jalur Tasik-Bandung), bisa 13 km/ liter. Untuk
> jalan tol, sekitar 14 km/liter (kecepatan rata-rata 70km/jam) sedangkan
> untuk dalam kota, dalam kondisi ramai lancar, masih bisa 11 km/liter.

Saya punya Espass 1600 cc th '97 tetapi saya membelinya th '03 dari tangan pertama, Tahun pertama saya pakai antar jemput anak sekolah, baik2 saja, tahun kedua yakni '05 mulai ada kendala, yg saya ingat, saya baru jalan 100 m tiba2 mesin mati, saya cek ternyata pompa bensin tidak jalan, saya beli baru original wkt itu 500 rb.



singkat kata th ke 3 saya pakai, itulah tingkat kerewellannya luar biasa dari mesin tidak bisa di stater kalau pagi, karena dynamo stater rusak, karena dynamo amper rusak, carburator kotor dll.

Tahun 2007 saya pakai ke Tretes , lucunya waktu nanjak sama sekali tidak masalah, saya ingat 
waktu itu saya bawa innova, sopir saya bawa espass tsb. untuk bawa barang dan anak buah saya.
Diluar dugaan dalam perjalanan antara tretes trawas yg tanjakannya sangat tajam, Innova saya harus saya kendalikan dengan susah payah agar kuat menanjak (penumpang memang penuh), tetapi sopir saya yg berada dibelakang saya karena takut menabrak saya dan tidak kuat menanjak justru menyalip saya, tetapi tiba dijalanan menurun setelah melewati Pacet, saya bisa memacu Innova saya hampir 120 km/jam, tetapi sopir saya tidak kelihatan , setelah saya telp ternyata mogok.

Setelah diperiksa di Sby penyebabnya ternyata sepele, karena tangki bensin benjol kena batu, itu menyebabkan pompa bensin tidak bisa bekerja maksimal dalam kecepatan tinggi.

Dan kaki2 pasti ada yg rusak jika dibawa DPS-SBY. ( Warm Steer, long terot, balljoint, lager bergantian rusak )

Tetapi setelah saya ganti baru semua dengan sparepart original dan dengan penanganan yg baik sampai sekarang tetap saya pakai, dan sekarang justru jarang rusak, walau kena banjir sekalipun asal tidak terlalu dalam. Tidak saya jual karena sayang toh hampir tidak ada harganya.

Kesimpulannya : kelemahan kaki2 gampang rusak, apalagi kalau diganti dengan sp imitasi.
Radiator cepat panas, tetapi setelah dipasang tambahan extravan tdk lagi.
Saya memakai tiga van, satu asli bawaan mobil, satu lagi didepan radiator dengan 
extra van jenis elektrik dan satu lagi didepan kondensor AC yg sengaja saya letakkan jauh didepan ( jauh dari radiator) agar tidak mengganggu pendinginan radiator.

Pompa bensin sebenarnya cukup kuat, kelemahannya justru pada relaynya yg terletak dibawah dasbord sebelah kanan dekat stir (ini saya ketahui sendiri, karena dealer tdk bisa menemukan kesalahan ini, saya hrs mengganti pompa bensin terus ).

Radiator sebenarnya tdk masalah,yg bermasalah justru slang2nya.
AC juga cukup kuat asal rutin diservice.

Kaki2 memang lemah tetapi asal anda waspada tidak sering menerjang lubang , lumayan kuat koq.

Carburator juga jadi titik lemah, tiap satu bulan atau 10000 km semprot dengan Carb cleaner, dan ganti filter bensin tiap 10000 km, bersihkan filter udara setiap 5000 km.

Stir berat karena tdk power steering.
Mesin tidak boros. 1 lt/10 km pakai AC dalam kota.
Tarikan cukup baik.
Suspensi seperti badak, keras sekali, layaknya gak pakai per+schokbreaker.




Tambahan sedikit Distibutor sudah saya ganti baru dengan system CDI, letak tetap (yg baru pun tetap, bukan lebih tinggi !!, hanya konstruksi diperbaiki seperti system CDI dan seal2nya yang lebih rapat sehingga air tidak masuk





ESPASS NEWS
Melihat pasar minibus yang cukup menjanjikan di tanah air, ATPM Daihatsu tak mau kalah untuk ikut berjualan minibus kompak. Daihatsu Hijet 1000 dan Zebra yang selama ini sudah kondang sebagai transportasi murah meriah, tergantikan dengan Espass. 


New model yang rounded dan dilengkapi pintu geser menjadi opsi tersendiri saat pertama kali launch. “Banyak yang merasa model ini agak aneh untuk diadopsi sebagai minibus,” tutur Herman yang juga berjualan minibus bekas di Depok. Namun Daihatsu optimis bisa menembus pasar minibus kompak dengan desain anyarnya ini. Makanya sejak kemunculannya di 1995 bisa mencuri perhatian orang. Hingga varian yang terakhir, sudah dilengkapi pasokan bahan bakar injeksi. 

Bagi yang perlu minibus kompak dengan muatan hingga 7 orang dewasa atau barang dengan jumlah volume cukup besar, Espass bisa menjadi alternatif menarik bila Carry dan Kijang Super dirasa old fashioned. Dengan dana Rp 30-40 jutaan sudah bisa bawa pulang Espass keluaran 1996 hingga 2001. Espass terlahir dengan 2 macam mesin, 1.300 cc untuk yang super ekonomis dan versi 1.600 cc yang ogah ditinggal mobil lain saat di jalan tol. “Kalau yang 1.600 cc termasuk boros bahan bakar apalagi kalau beban angkut cukup banyak,” tutur Fachri yang punya armada antar jemput anak sekolah dengan Espass. 

Makanya, secara tidak langsung, segmen pemakainya bisa terbagi. Mesin 1.600 cc lazim dipakai untuk harian sebagai transportasi pribadi (keluarga) sementara varian mesin 1.300 cc kerap digunakan untuk niaga (angkutan). Memang tidak pernah ada patokan pasti, tetapi Espass masih dianggap handal. Kelebihan lain yang ditawarkan adalah posisi duduk driver serasa mengendarai mobkas sedan, karena desain bonnet depan yang memang lebih maju (monyong). “Tidak capek dan punggung tidak pegal saat berjalan jauh,” jelas Fachri lagi.

1 Komentar:

Pada 26 Mei 2012 05.01 , Blogger Bimo Berdiarto mengatakan...

cool i like it!!

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda